JEMBATAN KARIER KE JEPANG, UNAS PASIM GELAR SELEKSI PERDANA

JEMBATAN KARIER KE JEPANG, UNAS PASIM GELAR SELEKSI PERDANA

Bandung, 29 April 2025 - Hari Selasa ini, Kampus Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim) menjadi saksi dari seleksi awal untuk program Pasim Go International. Program ini bertujuan untuk melatih calon tenaga kerja dan menempatkannya berkarier di Jepang, sebagai respons terhadap tingginya angka pengangguran di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan sosialisasi oleh Rektor Unas Pasim, Eko Travada,  beliau menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menjadi jembatan antara kebutuhan tenaga kerja di Jepang dengan potensi usia produktif menganggur yang ada di Indonesia.

"Program ini dibiayai tanpa biaya di awal, dengan konsep 'no success, no pay, no job, no pay'," ungkap Sjamsuridjal yang menjadi PIC Program Pasim Go International, menjelaskan bahwa peserta tidak akan dikenakan biaya apapun jika tidak berhasil mendapatkan pekerjaan di Jepang. Dana Pinjaman Pendidikan dan Pemberangkatan (DP3) dari bank mitra Unas Pasim mendukung pelaksanaan program ini.

Seleksi yang ketat dilakukan untuk memastikan keberhasilan program, dengan target keberhasilan di atas 90% seperti yang diharapkan oleh Pembina Yayasan Pasim. Wakil Rektor Kerjasama Unas Pasim, Desfitriady, menambahkan bahwa kerja sama dengan pemerintah kota, seperti Kota Sukabumi, Kota Bandung, dan Kota Cimahi, untuk sosialisasi program ini sudah dilakukan  dan sangat mendukung untuk mengatasi pengangguran di wilayah tersebut.

Peserta seleksi batch awal terdiri dari 60 peserta yang mengikuti secara offline di Kampus Unas Pasim dan 25 peserta secara online dari luar Jawa Barat, termasuk dari Kalimantan, Sumatera dan lainnya. Seleksi ini akan dilanjutkan dengan sesi wawancara untuk memastikan kesiapan fisik dan mental para calon peserta.

Program Pasim Go International tidak hanya memfokuskan pada Jepang, tetapi juga mencakup program ke Kapal Pesiar, Ausbildung ke Jerman serta WHV ke Australia. Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang yang mencapai 820.000 orang per tahun, dengan target dari Pemerintah Indonesia sebesar 50.000 orang per tahun.

Pembina Yayasan Pasim, Rinalwan Bukhari, berharap program ini dapat membawa dampak positif bagi para peserta dan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan ekonomi nasional. (Dry 29042025)