C
CIMAHI, 25 April 2025 — Dalam upaya konkret mengatasi permasalahan pengangguran dan kemiskinan di Kota Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi menjalin penjajakan kerja sama kolaboratif dengan Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim) melalui program unggulan bertajuk Pasim Go International. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 24 April 2025, dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting dari kedua belah pihak.
Turut hadir dalam pertemuan strategis ini Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira atau yang akrab disapa Kang Adit, Pj. Sekda Kota Cimahi Mariana Fitriana (Pipit), Kadisnaker Kota Cimahi Asep A Jayadi, serta Yeni Rohman mewakili Kabag Pemerintahan. Sementara dari pihak Unas Pasim hadir Pembina Yayasan Pasim Rinalwan Buchari, Rektor Eko Travada, serta jajaran pimpinan universitas lainnya.
Acara dimulai dengan perkenalan dari tim Unas Pasim, dilanjutkan pemaparan mendalam mengenai program Pasim Go International, sebuah program inovatif yang dirancang untuk membuka akses kerja ke luar negeri, khususnya Jepang, bagi pemuda usia produktif yaitu rentang 18 – 28 tahun di Kota Cimahi yang belum bekerja atau berpotensi menjadi penganggur.
“Program ini sangat unik dan berpihak pada rakyat, karena menerapkan skema no success no pay, no job no pay. Artinya, peserta tidak dibebani biaya di awal sama sekali. Semua pembiayaan pelatihan hingga keberangkatan akan ditanggung oleh Yayasan Pasim melalui skema dana talang yang bekerjasama dengan bank nasional terkemuka,” jelas Rinalwan Buchari.
Lebih lanjut, Rinalwan memaparkan bahwa program ini menduplikasi skema program Pemberdayaan Umat Berkelanjutan (PUB) yang telah telah terbukti sukses sejak tahun 2002. “Ini program yang terarah, terukur, dan terkontrol dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90%,” tambahnya.
Peserta akan diberikan pelatihan intensif bahasa Jepang hingga mencapai level sertifikat N4, dan setelah lulus, mereka diberangkatkan bekerja di Jepang dengan potensi penghasilan di atas Rp20 juta per bulan. Bahkan, dalam masa kontrak kerja, mereka berpeluang menabung hingga Rp350 juta bahkan lebih.
Sjamsuridjal, Dekan Fakultas Teknik Unas Pasim sekaligus PIC Program, menambahkan bahwa seleksi peserta akan dilakukan secara ketat meliputi tes potensi akademik, psikotes, tes kesehatan, serta wawancara motivasi. “Bulan pertama pelatihan adalah masa krusial. Bila terlihat kurang semangat, langsung kami keluarkan dari program. Kami hanya mengambil peserta yang serius dan bertekad sukses,” tegasnya.
Rektor Unas Pasim, Eko Travada, menjelaskan bahwa program ini telah diimplementasikan di Kota Sukabumi dan tengah dalam tahap finalisasi kerja sama dengan Pemkot Bandung. “Program ini adalah solusi implementatif tanpa membebani APBD. Kami ingin membantu pemerintah menghadirkan solusi nyata terhadap isu pengangguran dan kemiskinan,” ujar Eko.
Wakil Wali Kota Cimahi, Kang Adit, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini dan meminta dinas serta bagian terkait untuk segera menindaklanjuti. “Saya sudah berkoordinasi dengan Pemkot Sukabumi dan Bandung, dan mereka sangat paham manfaat dari program ini. Ini adalah kesempatan emas bagi Kota Cimahi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Pj. Sekda Pipit dan Kadisnaker Asep A Jayadi, yang menyatakan kesiapan untuk melanjutkan ke tahap MoU sebagai langkah awal implementasi program di Cimahi.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, langkah awal ini diharapkan menjadi titik balik dalam menghadirkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Cimahi. (Dry 25042025)