ENTASKAN PENGANGGURAN LEWAT PROGRAM KERJA KE JEPANG

ENTASKAN PENGANGGURAN LEWAT PROGRAM KERJA KE JEPANG

Bandung, 17 April 2025 — Pemerintah Kota Bandung menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Nasional PASIM (UNAS PASIM) dalam upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Bandung. Kolaborasi ini dibahas dalam Rapat Pimpinan yang digelar di Ruang BAPELITBANG Pemkot Bandung, Kamis (17/4), yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Kang Erwin.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh para Asisten Daerah (Asda 1 hingga 3), pimpinan SKPD, serta sejumlah stakeholder terkait. Salah satu agenda utama rapat adalah mencari solusi konkret untuk pengentasan kemiskinan yang masih menjadi tantangan serius di Kota Bandung.

Dalam forum ini, UNAS PASIM diundang untuk memaparkan program unggulannya bertajuk "PASIM Go Internasional", yang menawarkan solusi berbasis pelatihan dan penempatan kerja ke luar negeri, khususnya Jepang. Program ini menargetkan usia produktif, terutama yang berusia 18-28 tahun yang masih menganggur, dengan memberikan pelatihan bahasa Jepang secara intensif dan persiapan menyeluruh sebelum diberangkatkan bekerja ke Negeri Sakura.

Pembina Yayasan UNAS PASIM, H. Rinalwan Buchari, menyampaikan bahwa peluang kerja di luar negeri sangat besar, dengan gaji yang dapat mencapai Rp25 juta per bulan — jauh di atas UMR dalam negeri. Ia juga menekankan bahwa program ini tidak memungut biaya di awal dari para peserta. Seluruh biaya pelatihan dan keberangkatan disiapkan dana talangan dapat dibayar secara cicilan ringan setelah peserta mulai bekerja di Jepang.

"Program ini sudah berjalan di Kota Sukabumi dengan ratusan peserta, dan dapat dijadikan model untuk Kota Bandung. Berdasarkan pengalaman dan informasi dari purna pekerja migran bahwa mereka yang kembali dari Jepang bisa membawa tabungan antara Rp500 juta hingga Rp800 juta," ujar Rinalwan. Ia juga memperkenalkan slogan program ini: "Merantau Dulu Aja", yang mencerminkan semangat untuk memberdayakan generasi muda melalui pengalaman kerja internasional.

Rektor UNAS PASIM, Eko Travada, dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa pihak kampus selalu siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global.

PIC Program PASIM Go Internasional, Sjamsuridjal, menambahkan bahwa seleksi peserta dilakukan secara ketat, mencakup aspek akademik, kesehatan, psikotes, dan wawancara, demi menjamin keberhasilan program yang ditargetkan mencapai tingkat keberhasilan hingga 95%.

Wakil Wali Kota Bandung, Kang Erwin, menyambut baik inisiatif ini dan menilai bahwa pendekatan UNAS PASIM jauh lebih konkret dibandingkan berbagai pelatihan konvensional yang selama ini belum memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan angka pengangguran.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk segera menyusun dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) guna mempercepat implementasi program. Pemkot Bandung menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah-langkah strategis seperti ini demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi warga Bandung. (Dry 22042025)