KP2MI MONEV PKS, APRESIASI KINERJA PASIMGO MIGRANT CENTER

KP2MI MONEV PKS, APRESIASI KINERJA PASIMGO MIGRANT CENTER

Bandung, 29 April 2026 – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Republik Indonesia melaksanakan kunjungan kerja di Kampus Universitas Nasional Pasim, Rabu (29/4/2026). Kunjungan ini dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara KP2MI dan universitas tersebut.

Rombongan KP2MI yang hadir dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN), Sri Andayani, didampingi oleh sejumlah staf dari Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat.

Kedatangan tim KP2MI disambut langsung oleh Rektor Universitas Nasional Pasim, Prof. Dr. H. Armai Arief.,M.A, serta Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Kader Keuangan dan Perbankan (YPKKP) Universitas Nasional Pasim, H. Rinalwan Bukhari, MBA., MIS., DUT., beserta jajaran pejabat dan pimpinan di lingkungan universitas.

Sambutan Hangat Rektor dan Apresiasi untuk KP2MI

Dalam sambutan pembukanya, Rektor Universitas Nasional Pasim, Prof. Dr. H. Armai Arief,M.A menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan KP2MI. Menurutnya, kehadiran tim Kementerian menunjukkan bahwa MoU dan PKS yang telah disepakati benar-benar dilaksanakan dan berjalan sebagaimana mestinya.

"Ini adalah bentuk komitmen nyata. Kami sangat berterima kasih karena kunjungan ini membuktikan bahwa kerja sama kita tidak hanya seremonial, tetapi ada tindak lanjut yang sungguh-sungguh," ujar Prof. Armai.

Monitoring dan Evaluasi untuk Perbaikan Bersama

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal P3KLN, Sri Andayani, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan PKS yang sudah ditandatangani.

"Kami ingin melihat sejauh mana program yang sudah dijalankan, apakah ada kendala di lapangan, serta menampung masukan dan saran dari pihak kampus untuk perbaikan ke depan," jelas Sri Andayani.

Prestasi PasimGo Migrant Center Disorot

Ketua Pembina YPKKP Universitas Nasional Pasim, H. Rinalwan Bukhari, mengungkapkan bahwa sebenarnya banyak hal telah dilakukan pihak kampus sebelum penandatanganan MoU dan PKS. Namun, setelah kerja sama resmi terjalin, kemajuan dan kinerja kampus dalam program pelatihan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri meningkat sangat signifikan.

"Yang paling menonjol kinerjanya adalah program pelatihan dan penempatan tenaga migran ke Jepang," ungkap Rinalwan.

Pernyataan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Sri Andayani. Ia memuji keberhasilan Universitas Nasional Pasim dan secara khusus menyoroti keberadaan migrant center yang dikembangkan kampus dengan merek PasimGo Migrant Center.

"PasimGo Migrant Center adalah salah satu migrant center binaan kementerian yang luar biasa. Saya sangat senang dengan pencapaian yang telah diraih," puji Sri.

Arahan dan Peluang Pengembangan ke Depan

Lebih lanjut, Sri Andayani memberikan sejumlah arahan dan peluang agar PasimGo Migrant Center bisa melangkah lebih jauh dengan program-program lain yang ada di KP2MI. Ia berkomitmen untuk memfasilitasi pembuatan PKS dengan direktorat jenderal lain di lingkungan KP2MI, khususnya yang berkaitan dengan penempatan dan pelindungan PMI.

"Kami akan bantu fasilitasi kerja sama lebih luas, agar bisa lebih membantu program pemerintah dalam pengiriman dan penempatan tenaga kerja yang mempunyai keahlian. Hal ini penting untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia," tegasnya.

Kunjungan kerja ini diakhiri dengan diskusi teknis dan peninjauan langsung sarana prasarana PasimGo Migrant Center di lingkungan Universitas Nasional Pasim. Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi demi meningkatkan kualitas pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. (Dry 06052026)