Sukabumi, 20 November 2025 — Universitas Nasional Pasim resmi meluncurkan PasimGo Migrant Center bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Acara bersejarah ini dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025 di Jl. Balandongan, Kota Sukabumi.
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri KP2MI Mukhtarudin, Rektor Universitas Nasional Pasim Armai Arief, serta Walikota Sukabumi H. Ayep Zaki beserta jajaran pemerintah kota. Dari pihak kementerian turut hadir Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol Dwiyono, para Dirjen terkait, dan Kepala BP3MI Jawa Barat Kombes Pol Mulia Nugraha.
Dari pihak kampus, hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Eko Travada, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Desfitriady, Pembina Program Beasiswa PUB Abdul Hafiz Tanjung, Direktur Program Pasim Go International Sjamsuridjal, serta Sekretaris Rektorat Sri Lestari. Sebagai tuan rumah kegiatan, hadir pula Ketua Yayasan Pasim Sukabumi Wati Purnaningrum dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Rinalwan Bukhari.
Rangkaian Kegiatan Dimulai dari Pusdik Pasim Prana
Agenda peresmian dimulai dengan penyambutan kedatangan Menteri di Pusat Pendidikan Pasim Prana, Sukabumi. Menteri meninjau berbagai sarana dan prasarana pendidikan serta pelatihan yang tersedia, sekaligus bersilaturahmi dengan para guru dan pengajar.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada para siswa dan peserta pelatihan. “Anak-anak harus memiliki semangat belajar yang tinggi agar siap menghadapi dunia kerja global,” ujar Mukhtarudin.
Setelah agenda di Pusdik Prana, rombongan bergerak menuju Gedung PasimGo Migrant Center sebagai lokasi utama acara peresmian dan penandatanganan kerja sama.
Peresmian dan Penandatanganan MoU–PKS
Dalam sambutannya, Menteri KP2MI Mukhtarudin menyampaikan bahwa peresmian PasimGo Migrant Center merupakan tindak lanjut dari audiensi dengan Rektor Universitas Nasional Pasim beberapa waktu sebelumnya di kantor kementerian.
“Hari ini kita mewujudkannya dalam bentuk MoU dan PKS agar terbentuk ekosistem yang terintegrasi antara pemerintah dan perguruan tinggi,” ujar Mukhtarudin.
“Kita bergeser dari penempatan pekerja low-skill menuju middle–high skill yang membutuhkan penguasaan bahasa asing yang mumpuni.”
Walikota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengapresiasi hadirnya pusat pelatihan baru ini. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menurunkan angka pengangguran.
“Kota Sukabumi menargetkan dalam 5–10 tahun ke depan menjadi kota dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia. Kehadiran PasimGo Migrant Center adalah salah satu alat penting untuk mewujudkannya.”
Sementara itu, Rektor Universitas Nasional Pasim Armai Arief menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas dukungan penuh dari kementerian.
“InsyaAllah PasimGo Migrant Center akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Kota Sukabumi. Kami bersyukur Pak Menteri mendukung penuh, sehingga anak-anak yang kami latih nantinya bisa bekerja dengan penghasilan yang sangat layak. Biaya pelatihan dibayarkan setelah mereka berhasil,” ujar Armai.
Solusi Strategis untuk Penyiapan Pekerja Migran Berkualitas
Dengan diresmikannya PasimGo Migrant Center, Kota Sukabumi kini memiliki pusat pelatihan pekerja migran berkualitas yang terintegrasi dengan kebijakan nasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjadi solusi strategis untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Universitas Nasional Pasim melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia agar mampu bersaing di kancah internasional. (Dry 28112025)