UNAS PASIM DAN KP2MI RI SIAPKAN 560 CALON PMI TERAMPIL SIAP GO GLOBAL

UNAS PASIM DAN KP2MI RI SIAPKAN 560 CALON PMI TERAMPIL SIAP GO GLOBAL

Bandung, 21 Agustus 2026 — Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) RI dalam kegiatan Seleksi Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia.

Kegiatan seleksi dilaksanakan secara serentak selama dua hari, Kamis–Jumat, 20–21 Agustus 2026, di dua lokasi kampus Unas Pasim, yakni Kampus Unas Pasim Bandung, Jl. Dakota No. 8A, Sukaraja, serta Gedung PasimGo Migrant Center, Jl. Prana No. 8A, Cikole, Kota Sukabumi.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki kompetensi, kesiapan mental, keterampilan, serta pemahaman yang memadai sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Kampus Berdampak dan Penyiapan SDM Global

Rektor Universitas Nasional Pasim, Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A., menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari peran Unas Pasim sebagai Kampus Berdampak, khususnya dalam menghadirkan pendidikan dan pelatihan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu fungsi Universitas Nasional Pasim sebagai Kampus Berdampak. Kami tidak hanya melaksanakan pendidikan di dalam kampus, tetapi juga melaksanakan kegiatan pelatihan dan selanjutnya menyiapkan serta mendorong pengiriman tenaga kerja terampil dan terlatih ke luar negeri,” ujar Prof. Armai.

Menurutnya, keberadaan PasimGo Migrant Center sebagai salah satu unit pelayanan teknis Unas Pasim menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi tersebut. Melalui pusat ini, Unas Pasim diharapkan dapat berkontribusi dalam mencetak semakin banyak PMI yang mampu bekerja secara profesional, aman, produktif, dan memiliki daya saing global.

“Melalui PasimGo Migrant Center, kami berharap akan semakin banyak Pekerja Migran Indonesia yang mampu bekerja secara profesional, aman dan produktif di luar negeri. Mereka harus memiliki keterampilan dan kesiapan yang baik sehingga dapat membawa nama baik Indonesia di dunia internasional,” tambahnya.

560 Peserta Lolos Seleksi

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr.H.Sjamsuridjal.,MM menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Dari sebanyak 680 calon peserta yang terdaftar, sebanyak 560 peserta dinyatakan lolos seleksi dan selanjutnya akan mengikuti program pelatihan selama kurang lebih tiga bulan.

“Dari 680 calon siswa yang terdaftar dalam program ini, hanya 560 siswa yang berhasil lolos dan akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga bulan,” jelas Sjamsuridjal.

Ia menambahkan, proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan awal peserta, tetapi juga melihat kesiapan dan daya tahan mereka dalam mengikuti proses pelatihan yang cukup intensif.

“Seleksi yang kami lakukan memang melihat kemampuan dan daya tahan mereka selama pelatihan. Namun, yang tidak kalah penting adalah minat dan keinginan mereka untuk bekerja di luar negeri. Motivasi tersebut menjadi modal penting agar mereka dapat mengikuti seluruh proses pelatihan sampai selesai,” ungkapnya.

Program pelatihan nantinya diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta sehingga mereka tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai budaya kerja, kedisiplinan, etos kerja, keselamatan, serta aspek perlindungan sebagai calon PMI.

Implementasi MoU yang Harus Berdampak

Sementara itu, Wakil Rektor Kerja Sama Universitas Nasional Pasim, Desfitriady, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata implementasi kerja sama yang telah dibangun sebelumnya antara Unas Pasim dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Menurut Desfitriady, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen MoU semata, tetapi harus diterjemahkan ke dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata.

“Kegiatan ini merupakan PKS atau implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani sebelumnya antara Rektor Universitas Nasional Pasim dengan Menteri KP2MI RI, Drs. H.Mukhtarudin. Kami sepakat bahwa setiap MoU harus ada implementasinya dan memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat umum maupun masyarakat akademis,” ungkap Desfitriady.

Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga terkait menjadi sangat penting dalam menghadapi kebutuhan tenaga kerja global yang semakin kompetitif.

Melalui program ini, Unas Pasim tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga mengambil peran dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang terampil, kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Dari Pelatihan Menuju Penempatan Tenaga Kerja Terampil

Pelaksanaan seleksi ini menjadi tahap awal dari rangkaian program yang lebih besar. Setelah dinyatakan lolos, para peserta akan menjalani pelatihan secara intensif selama kurang lebih tiga bulan melalui program yang dikembangkan bersama oleh Unas Pasim, BP3MI Jawa Barat, dan Kementerian KP2MI RI.

Keberadaan PasimGo Migrant Center diharapkan menjadi pusat pengembangan kapasitas calon PMI yang mengintegrasikan unsur pendidikan, pelatihan, pendampingan, informasi, serta persiapan menuju dunia kerja internasional.

Dengan kolaborasi tersebut, Universitas Nasional Pasim berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem penyiapan tenaga kerja Indonesia yang mampu menembus pasar kerja global dengan kompetensi dan profesionalisme yang unggul.

Program ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan program nyata yang tidak hanya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Dry 24082026)