Sukabumi, 18 Desember 2024 – Dalam upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Sukabumi, Yayasan Pasim bekerja sama dengan Walikota terpilih Kota Sukabumi, Ayep Zaki, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Perjanjian ini bertujuan untuk menciptakan peluang kerja bagi generasi muda melalui program penempatan kerja ke luar negeri, dengan tahap awal berupa pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang.
Program Pendidikan Vokasi untuk SDM Berkualitas
MoU ini menekankan pentingnya pengembangan program pendidikan vokasi yang relevan dan berkualitas. Yayasan Pasim berkomitmen menyediakan pendidikan dan pelatihan terbaik untuk generasi muda Sukabumi, dengan tujuan membekali mereka kompetensi serta sertifikasi yang diperlukan untuk magang atau bekerja di luar negeri.
Pembina Yayasan Pasim, Rinalwan Bukhari, menyampaikan, “Kami siap memberikan pendidikan dan pelatihan terbaik bagi generasi muda Kota Sukabumi agar mereka memiliki kompetensi unggul dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.” Selain itu, Yayasan Pasim akan memfasilitasi pemberangkatan dan penempatan para peserta di negara tujuan. Pada tahap awal, negara utama yang menjadi sasaran adalah Jepang, diikuti dengan potensi kerja sama di Taiwan, Jerman, dan Australia.
Kerja Sama Berbasis Pengalaman dan Keahlian
Ketua Yayasan Pasim Sukabumi, Wati Purnaningrum, dan Wakil Walikota terpilih, Bobby Maulana, turut hadir dalam acara tersebut. Mereka mendukung penuh langkah ini sebagai bagian dari visi membangun SDM yang unggul di Kota Sukabumi.
PIC Pasim Go International, Sjamsuridjal, juga menambahkan bahwa Yayasan Pasim memiliki pengalaman mumpuni dalam mengelola dan memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang dan Taiwan. “Dengan adanya Fakultas Sastra dan Program Studi Sastra Jepang di Universitas Nasional Pasim, kami yakin bahwa para siswa akan lebih mudah dan sukses dalam berkarier di negeri Sakura,” ujarnya.
Langkah Awal Menuju Kesuksesan Internasional
Kegiatan penandatanganan MoU ini berlangsung di Kompleks Pendidikan Pasim di Kota Sukabumi. Dengan dimulainya pelatihan bahasa Jepang dan program vokasi lainnya, Yayasan Pasim dan Pemerintah Kota Sukabumi berharap dapat menciptakan SDM berkualitas yang mampu bersaing secara global, sehingga secara signifikan mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut.
Kolaborasi strategis ini tidak hanya membangun kompetensi generasi muda, tetapi juga membuka pintu peluang kerja yang lebih luas, menjadikan Kota Sukabumi sebagai contoh sukses dalam pengelolaan SDM berbasis kerja sama internasional. (Dry 20122024)