Prodi Psikologi Unas Pasim Dukung BNPT Pulihkan Psikososial Siswa di JABAR

Prodi Psikologi Unas Pasim Dukung BNPT Pulihkan Psikososial Siswa di JABAR

BANDUNG – Universitas Nasional Pasim menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam melibatkan mahasiswa psikologi untuk mendukung pemulihan psikososial siswa sekolah menengah di Provinsi Jawa Barat. Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, di De Java Hotel, Sukajadi, Bandung.

Rektor Universitas Nasional Pasim, Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A., menugaskan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Edi Iskandar; Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Desfitriady; serta Dekan Fakultas Psikologi, Rizki FM, untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Program ini merupakan inisiatif BNPT yang melibatkan 13 perguruan tinggi di Bandung yang memiliki program studi psikologi. Kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan psikososial siswa sekolah menengah yang terdampak paparan paham terorisme.

Rapat koordinasi memiliki dua agenda utama, yaitu pembahasan teknis pelaksanaan program dan penyusunan draf Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai landasan kerja sama antara BNPT dan perguruan tinggi yang terlibat.

BNPT Soroti Ancaman Paparan Paham Terorisme pada Usia Sekolah

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur Koordinasi Pemulihan Korban BNPT, Suroyo, yang sekaligus membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Suroyo menyoroti perkembangan penyebaran paham terorisme yang mulai menyasar anak-anak usia sekolah. Sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan dugaan keterlibatan pelajar dalam aktivitas perakitan bahan peledak menjadi perhatian serius dan menunjukkan pentingnya langkah pencegahan, pendampingan, serta pemulihan yang melibatkan berbagai pihak.

Selanjutnya, Kolonel Inf. Indra Gunawan menyampaikan pemaparan mengenai perlindungan psikososial siswa sekolah dengan melibatkan mahasiswa psikologi. Paparan tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi keilmuan dan pendampingan psikososial secara tepat, terarah, dan bertanggung jawab.

Sesi pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama para perwakilan perguruan tinggi yang hadir.

Fakultas Psikologi Unas Pasim Dorong Kolaborasi Penelitian

Dalam sesi diskusi, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Nasional Pasim, Rizki FM, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini perlu dilaksanakan secara komprehensif melalui seluruh unsur Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini telah dilaksanakan secara luas oleh Program Studi Psikologi perlu diperkuat dengan kegiatan penelitian, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi antar program studi psikologi dan lintas disiplin ilmu.

Penelitian kolaboratif tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan, menjadi bahan penguatan regulasi yang telah ada, serta mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme, khususnya dalam melindungi anak-anak usia sekolah yang rentan terpapar paham ekstremisme dan kekerasan.

Sesi pembahasan teknis berakhir pada pukul 12.00 WIB. Setelah istirahat, salat, dan makan (ISHOMA), kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan draf Nota Kesepahaman oleh unit kerja yang menangani urusan kerja sama dari masing-masing perguruan tinggi.

Rektor Unas Pasim Tegaskan Pentingnya Peran Mahasiswa

Rektor Universitas Nasional Pasim, Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa, khususnya mahasiswa psikologi, merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemulihan psikososial sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat.

Menurutnya, persoalan kesehatan mental dan psikososial tidak hanya berdampak terhadap individu yang mengalaminya, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat memengaruhi orang lain dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, upaya pencegahan dan pemulihan memerlukan perhatian serius, pendekatan yang tepat, serta kerja sama lintas sektor.

Rektor menegaskan bahwa Universitas Nasional Pasim melalui Fakultas Psikologi siap mendukung penuh program yang diinisiasi BNPT tersebut. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Warek III Usulkan Pembentukan Satgas Antiterorisme di Kampus

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Edi Iskandar, menyoroti bahwa penyebaran paham terorisme perlu diantisipasi secara luas, termasuk di daerah-daerah yang selama ini dianggap sebagai wilayah pelosok.

Dari perspektif kemahasiswaan, ia mengusulkan kepada BNPT agar mempertimbangkan pembentukan satuan tugas (satgas) antiterorisme di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, selain menjalankan program pemulihan psikososial yang sedang dirancang, kampus juga perlu memiliki ketahanan atau resiliensi terhadap penyebaran paham terorisme.

Usulan tersebut menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi, penguatan literasi, peningkatan kesadaran mahasiswa, serta kolaborasi dengan lembaga yang berwenang. Dengan demikian, kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga lingkungan yang mampu membangun daya tangkal terhadap paham ekstremisme dan kekerasan.

Warek IV Siap Tindak Lanjuti Kerja Sama dengan BNPT

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Universitas Nasional Pasim, Desfitriady menyambut baik inisiatif BNPT dan menegaskan kesiapan universitas untuk menindaklanjuti program tersebut melalui mekanisme kerja sama kelembagaan.

Ia menyampaikan bahwa program ini akan segera disampaikan dalam rapat pimpinan Universitas Nasional Pasim sebagai bagian dari koordinasi internal dan persiapan tindak lanjut, sembari menunggu draf final Nota Kesepahaman dari BNPT.

Desfitriady juga menegaskan bahwa Universitas Nasional Pasim melalui Program Studi Psikologi siap mendukung pelaksanaan program sesuai dengan ruang lingkup kerja sama yang akan disepakati bersama.

Menurutnya, kerja sama strategis antara BNPT dan perguruan tinggi merupakan peluang untuk memperkuat sinergi pemerintah dengan dunia akademik, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kebijakan yang mendukung perlindungan generasi muda.

Melalui partisipasi dalam rapat koordinasi ini, Universitas Nasional Pasim berharap terbangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pemulihan psikososial siswa sekolah menengah di Jawa Barat. Inisiatif ini sekaligus mempertegas komitmen Unas Pasim sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam membangun ketahanan generasi muda, memperkuat lingkungan pendidikan yang aman, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan kerja sama strategis lintas lembaga. (Dry 23102026)