UNAS PASIM PERKUAT KOLABORASI EKONOMI KREATIF DI WCCE 2026

UNAS PASIM PERKUAT KOLABORASI EKONOMI KREATIF DI WCCE 2026

JAKARTA – Universitas Nasional Pasim terus memperluas jejaring kemitraan strategis di tingkat nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Penandatanganan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, di sela-sela kegiatan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Universitas Nasional Pasim diwakili langsung oleh Rektor, Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A., bersama Ketua Pembina Yayasan Universitas Nasional Pasim, H. Rinalwan Bukhari, MBA., M.I.S., D.U.T. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, serta perwakilan sejumlah perguruan tinggi dan pemangku kepentingan ekosistem ekonomi kreatif.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis bagi Universitas Nasional Pasim dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi, pemerintah, dan industri kreatif. Melalui kemitraan tersebut, Unas Pasim membuka peluang pengembangan berbagai program kolaboratif yang dapat diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan talenta, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.

Dalam sambutan penutup WCCE 2026, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kolaborasi global melalui pengesahan Jakarta Vision on Creative Economy sebagai landasan komitmen bersama dalam memajukan ekonomi kreatif dunia.

“Kita harus bekerja sama untuk memastikan akses teknologi dan infrastruktur digital yang lebih inklusif, memperkuat kolaborasi antarkreator dengan keberlanjutan sebagai prioritas, mendorong remunerasi yang adil dan perlindungan kekayaan intelektual, serta memperluas akses pendanaan dan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.

Sejalan dengan arah tersebut, Prof. Mohammed Ali Berawi, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), menekankan pentingnya menghubungkan kapasitas akademik dengan kebutuhan industri. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui pengembangan talenta, riset terapan, dan inovasi yang dapat dikomersialisasikan.

Sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, komunitas, media, dan investor perlu terus diperkuat agar hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah, mendorong inovasi, dan membuka peluang ekonomi baru.

Rektor Universitas Nasional Pasim, Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal yang perlu segera ditindaklanjuti melalui program-program konkret dan implementasi nyata.

“Bagi Universitas Nasional Pasim, penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni, melainkan pintu masuk untuk membangun kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Ada banyak potensi yang dapat kita sinergikan, mulai dari pengembangan kompetensi mahasiswa, penelitian terapan, inovasi, hingga program-program yang menjawab kebutuhan industri kreatif. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi kreatif Indonesia,” ungkap Prof. Armai.

Lebih lanjut, Prof. Armai yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya WCCE 2026. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi ADI dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi, memperluas jejaring kolaborasi akademik, serta menghadirkan berbagai inisiatif yang bermanfaat dan berdampak bagi bangsa.

Bagi Universitas Nasional Pasim, kerja sama ini sejalan dengan komitmen untuk terus meningkatkan relevansi pendidikan tinggi terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Melalui kolaborasi lintas sektor, Unas Pasim berupaya mendorong lahirnya lulusan yang kompeten, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Penandatanganan MoU di sela-sela WCCE 2026 ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaborasi nyata yang mempertemukan potensi akademik dengan peluang industri kreatif, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penggerak inovasi dan pembangunan ekonomi Indonesia. (Dry 24102026)